• Magic is really exist! It can be found everywhere.

    Taylor Swift talks: 'Speak Now' Album


    'Speak Now' adalah album ketiga yang dirilis penyanyi country ini. Taylor Swift merilis album ketiganya yang berjudul Speak Now ini pada 25 Oktober 2010. Semenjak dirilis, para kritikus memberikan review yang sangat positif bahkan mendekati sempurna untuk album ini. Melengkapi respon positif dari kritikus, Speak Now berhasil dengan hebatnya menembus angka satu juta kopi dalam minggu pertama, yaitu 1,047,000 hanya pada minggu pertamanya. Taylor adalah artis pertama yang mendapatkan satu juta kopi untuk penjualan albumnya diminggu pertama sejak Lil Wayne ditahun 2008, dan juga artis country pertama yang mendapatkan satu juta kopi penjualan albumnya diminggu pertama, sejak Garth Brooks ditahun 1994. Speak Now menjadi rekor sebuah album country dari artis wanita pertama yang menembus lebih dari satu juta kopi diminggu pertamanya, dan kedua keseluruhan, setelah Garth Brooks. Artis wanita beraliran country lainnya yang sempat menduduki rekor ini adalah Shania Twain dengan albumnya Up! ditahun 2002 yang terjual 847,000 kopi diminggu pertamanya.

    Lagu-lagu didalam album ini ditulis oleh Taylor Swift sendiri tanpa bantuan co-writer. Durasi lagu-lagu di album inipun cenderung lebih lama dibanding album-album sebelumnya. Selain itu, Speak Now juga menempati posisi pertama pada album chart di beberapa negara.


    Speak Now Album

    Dan ini adalah kalimat-kalimat pembuka booklet album Speak Now:

    ‘Speak now or forever hold your peace’, kata-kata yang diucapkan penghulu diakhir upacara pernikahan di seluruh dunia, tepat sebelum pengucapan janji. Itu adalah kesempatan terakhir untuk protes, momen yang membuat semua orang berdebar-debar, dan momen yang selalu membuatku terpesona. Banyak kejadian fantastis yang terjadi di gereja (saat momen ini), mereka berkata apa yang telah mereka rahasiakan selama ini, seperti di film. Di kehidupan nyata, hal ini jarang terjadi.

    Kehidupan nyata adalah hal yang lucu, kau tahu. Di kehidupan nyata, berkata hal yang tepat di saat yang tepat sangat penting. Jadi penting, pada kenyataannya, bahwa kebanyakan dari kita mulai ragu-ragu, karena takut mengatakan hal yang salah pada waktu yang salah. Tapi akhir-akhir ini apa yang lebih kutakuti adalah membiarkan momen itu pergi tanpa mengatakan apapun.

    Aku pikir kebanyakan dari kita takut untuk menghadapi hidup kita selanjutnya, dan melihat kebelakang dan menyesali momen saat kita tidak berbicara. Ketika kita tidak berkata ‘I love you’. Ketika kita seharusnya berkata ‘I’m sorry’. Ketika kita tidak berdiri sendiri untuk diri kita ataupun untuk orang yang sedang membutuhkan bantuan.

    Lagu-lagu ini dibuat dari kata-kata yang tidak kukatakan ketika momennya tepat di depanku. Lagu-lagu ini adalah surat terbuka. Beberapa dibuat untuk seseorang yang spesifik, memberitahu mereka yang ingin kukatakan kepada mereka secara pribadi. Untuk lelaki yang tampan yang hatinya kuhancurkan pada bulan Desember. Untuk cinta pertamaku yang -aku tidak pernah berpikir- akan menghancurkan hatiku pertamakalinya. Untuk band ku. Untuk lelaki jahat yang kutakuti. Untuk seseorang yang membuat duniaku suram untuk sesaat. Untuk perempuan yang telah mencuri milikku. Untuk seseorang yang kumaafkan atas apa yang dia katakan didepan seluruh dunia.

    -Taylor

    1. Mine:
    "Akhir-akhir ini aku punya kebiasaan buruk yaitu lari dari cinta. Ini seperti kamu telah di tempat tersebut, tapi kamu hanya, seperti, berlari dalam arah yang berlawanan. 'Mine' adalah gagasan bahwa aku bisa menemukan seseorang yang akan menjadi pengecualian untuk itu, seseorang yang kuat dan memiliki banyak hal yang tidak membuatku lari darinya.
    Terkadang aku terbayang denan contoh-contoh yang pernah kulihat tentang cinta, (long term), dan seringkali sia-sia. Ada banyak perpisahan dan orang-orang tersakiti, lalu aku cenderung menjadi sedikit 'run-awayish'. Tapi aku tidak pernah berharap seperti itu.
    Lagu ini kurilis sebagai single pertama karena.. ada suatu momen antara Nathan (produserku) dan aku, ketika aku merekam lagu ini dan membuat demo-nya di basement dan kami melihat satu sama lain dan seperti, ‘Ini dia. Ini satu-satunya. Dan itu adalah awal yang bagus, jadi aku berharap yang terbaik dari yang satu ini.’ Semoga aku berhasil!"

    2. Sparks Fly:
    "Sparks Fly adalah tentang jatuh cinta kepada orang yang tidak seharusnya, tapi kamu tidak bisa menghentikannya karena ada ‘hubungan’ dan chemistry. Lagu ini kutulis beberapa tahun yang lalu dan mulai mengerjakannya setelah itu. Sangat menakjubkan melihat lagu ini berubah seiring waktu. Ada fansku yang telah mendengar lagu ini sebelum dirilis, namun sekarang ada banyak perubahan keren dan aku sangat bangga, dan aku tak sabar agar mereka mendengarnya!"

    3. Back To December:
    "Back to December adalah nomor satu bagiku, aku tidak pernah meminta maaf kepada seseorang dibalik lagu ini sebelumnya. Lagu ini berisi tentang saat indah, saat buruk, dan permintamaafan. Dan seseorang dibalik lagu ini layak mendapatkan ini semua. Lagu ini kutulis kepada seseorang yang sangat luar biasa untukku, sangat sempurna untukku di hubungan ini, namun saat itu aku sangat tak perduli padanya, jadi inilah yang ingin kukatakan padanya—dan dia pantas mendengarkannya."

    4. Speak now:
    "Lagu ini terinspirasi oleh salah satu dari temanku yang menceritakan tentang seseorang di masa kecilnya, lelaki yang ditaksirnya. Mereka bersama-sama di sekolah menengah lalu berpisah, dan seperti percaya bahwa kita akan kembali bersama. Lalu, suatu hari dia datang dan bercerita padaku bahwa laki-laki yang ditaksirnya akan menikah. Lelaki yang ditaksirnya telah bertemu dengan perempuan yang jahat dan telah membuatnya tidak pernah lagi mengobrol dengan teman-temannya, menghancurkan keluarganya dan membuatnya mejadi terisolasi. Dan aku hanya, bercanda, seperti “Jadi, kamu akan berbicara (speak now)?” dan dia seperti “Apa maksudmu?”, lalu aku berkata “Oh, kau tahu, seperti halilintar di gereja, ‘bicara sekarang atau tidak selamanya? (speak now or forever hold your peace?). Dan tentu saja aku akan ikut denganmu. Aku akan bermain gitar. Itu akan sangat menyenangkan! Haha”. Lalu dia tertawa. Setelah itu aku mulai memikirkan berapa tragisnya jika orang yang kau cintai menikah dengan orang lain.”
    Lalu aku berangan-angan bahwa salah satu mantan pacarku menikah, lalu aku berpikir bahwa mungkin aku perlu menulis sebuah lagu tentang ‘mengganggu’ pernikahan. Bagiku, aku berpikir bahwa ini merupakan pertarungan dengan si jahat, dan perempuan ini tentu saja benar-benar dianggap sebagai si jahat. Dan inilah, ‘Speak Now’."

    5. Dear John:
    "Lagu Dear John adalah seperti email terakhir yang ingin kau kirimkan kepada seseorang yang menjalani hubungan denganmu. Biasanya orang ‘email terakhir’ ini kepada seseorang dan mengatakan segalanya yang ingin mereka katakan, namun mereka tidak mengirimkannya! Dengan memasukkan lagu ini ke dalam album, kupikir sama saja dengan ‘mengirimkannya’."

    6. Mean:
    "Lagu Mean adalah tentang, yah, ketika kamu melakukan apa yang kulakukan, dan membiarkan dirimu ‘ada disana’ saat orang-orang mengatakan apapun yang ingin mereka katakan. Ada jutaan pendapat yang berbeda dari jutaan orang yang berbeda.
    Aku menyadari bahwa tidak semua orang menyukai apa yang kamu lakukan, dan tidak perduli apapun itu, kamu akan dikritik untuk suatu hal. Tapi aku juga sadar ada banyak cara berbeda untuk mengkritik seseorang. Ada kritik yang kasar. Ada kiritik yang profesional. Dan itu kasar. Ada jalan yang kau lewati ketika kamu mulai menyerang segala sesuatu tentang seseorang, dan ada laki-laki yang selalu melewati jalan itu lagi dan lagi. Menjadi jahat, dan mengatakan sesuatu yang akan menghancurkan hariku.
    Dan ini terjadi... tak perduli apa yang kamu lakukan, tak perduli berapa umurmu, tak perduli apa pekerjaanmu, tak perduli dimana tempatmu di dunia. Akan selalu ada orang yang kasar terhadapmu. Menerimanya adalah satu-satunya cara menghadapi situasi itu, mengatasinya. ‘Mean’ adalah tentang bagaimana aku mengatasi hal ini, dan cara pikirku mengenai hal-hal ini."

    7. The Story Of Us:
    "The Story of Us adalah lagu yang kutulis tentang hal yang aneh dimana, well.. bisa diibaratkan seperti aku berlari ke mantanku di tempat yang aneh. Lagu ini adalah tentang salah satu dari situasi seperti itu dimana tempat yang aneh tempat aku berlari ke mantanku itu adalah.. award show.
    Aku duduk dengan hanya berjarak 2 seat darinya, dan ada banyak yang harus dibicarakan, namun tak satupun dari kami ingin membicarakannya. Kami berdua berpura-pura seperti sedang berbicara dengan orang lain (yang kami bahkan tidak tahu siapa). Itu menyedihkan. Aku berbicara kepada ibuku tentang hal itu setelahnya, dan aku berkata bahwa aku merasa seperti I was standing alone in a crowded room (berdiri sendirian di tengah keramaian). Dan setelah itu aku seperti berkata, “Aku harus pergi, Bye!”, dan itulah lagu ini."

    8. Never Grow Up:
    "Never Grow Up adalah lagu tentang fakta bahwa aku tidak begitu tahu bagaimana perasaanku saat bertumbuh (growing up). Ini sulit. Bertumbuh terjadi tanpa kau tahu. Bertumbuh itu gila karena saat kamu masih muda, kamu ingin cepat menjadi yang lebih tua. Aku melihat keluar ke kerumunan setiap malam, lalu aku melihat banyak anak perempuan yang seusia denganku akan melalui hal yang persis sama seperti yang kualami. Sesekali, aku melihat kebawah dan aku melihat seorang gadis kecil berumur tujuh atau delapan, dan kuharap aku bisa memberitahu mereka tentang semua ini. Agar mereka bisa menjadi apa yang mereka inginkan dan membentuk pikiran, mimpi dan pendapatnya. Aku menulis lagu ini untuk gadis-gadis kecil itu."

    9. Enchanted:
    "Aku menulis ‘Enchanted’ tentang seseorang yang membuatku terpesona saat bertemu dengannya, obviously. Dia adalah seseorang yang telah berbicara denganku dua kali lewat email, dan aku juga telah pergi ke New York untuk menemuinya.
     Aku ingat pada saat itu, sepanjang jalan menuju kerumah aku memikirkan 'aku harap dia tidak sedang jatuh cinta dengan seseorang'. Hal itu sangat indah, perasaan itu. seperti ‘Oh my gosh! apakah dia menyukai orang lain? Apa itu maksudnya?’ Lalu aku sampai ke rumah, dan dia mengirimkan email dah berkata sesuatu seperti 'maaf,aku sangat pemalu tadi. I was just wonderstruck meeting you.’ Lalu aku masukkan kata-kata ‘wonderstruck’ ke dalam lagu itu agar terlihat seperti sebuah perkataan 'hi, lagu ini untukmu!'"

    10. Better Than Revenge:
    "Lagu Better Than Revenge adalah tentang seorang perempuan, yang beberapa tahun lalu, merebut pacarku. Aku pikir dia telah mengira bahwa aku sudah lupa dengan itu, tapi aku tidak!"

    11. Innocent:
     "Lagu ‘Innocent’ adalah tentang sesuatu yang sangat berarti bagiku secara emosional. Membutuhkan waktu lama untuk menulis lagu yang satu ini. Aku cukup beruntung bisa mendapatkan kesempatan untuk menampilkan lagu ini di VMAs, dan itu adalah kali pertamanya orang-orang bisa mendengarkan ini. Mengeluarkan album yang bernama Speak Now dimana kamu ingin mengatakan apa yang kamu rasakan ketika kamu tahu kamu merasakannya, aku merasa mempertunjukan lagu ini di acara award ini sangat tepat. Kuharap semua otrang menyukai lagu ini."

    12. Haunted:
    "'Haunted' adalah tentang sebuah momen ketika kamu menyadari orang yang kamu menyadari orang yang kamu cintai pergi dan menghilang begitu cepat. Dan kamu tidak tahu apa yang harus dilakukan, tapi pada saat itu, ketika hal itu menghilang, waktu berjalan begitu lambat. Segalanya bergantung pada apa isi pesan terakhirnya, dan kamu menyadari bahwa ia seperti meninggalkan cintanya. Itu benar-benar menghancurkan hati dan hal tragis yang harus dijalani, karena sebagian besar waktu yang kau habiskan untuk mencoba memberitahu dirimu sendiri tidak akan terjadi. Dan aku telah melaluinya, aku pun akhirnya terbangun di tengah malam dan menulis lagu tentang ini.
    Aku ingin musik dan orkestranya bisa mencerminkan kekuatan emosi dari lagu ini, jadi kami merekam lagu ini dengan Paul Buckmaster di Capital Studios, Los Angeles. Itu adalah pengalaman yang sangat menakjubkan – merekam hal besar ini, live string section yang kupikir akhirnya benar-benar bisa menunjukkan kekuatan, perasaan kebingungan dan kacau yang aku inginkan."

    13. Last Kiss:
     "Lagu 'Last Kiss' adalah surat untuk seseorang. Kamu mengatakan semua ini ‘putus asa’, perasaan hopeless setelah break up. Setelah break up, kamu merasakan banyak hal yang berbeda. Kamu merasa marah, bingung dan frustasi. Dan setelah itu ada kesedihan. Sedih kehilangan orang ini, kehilangan semua kenangan bersamanya, dan harapanmu di masa depan. Ada beberapa momen saat kamu menyadari kebenaran, dimana kamu harus menerimanya, bahwa dirimu merindukan semua hal ini. Ketika aku sedang mengalami salah satu momen, aku menulis lagu ini."

    14. Long Live:
    "'Long Live' (atau dengan nama lain ‘We Will Be Remembered’), adalah lagu pertama dimana aku mempunyai nama lain bagi judulnya. Selain itu, bagaimanapun, lagu ini adalah tentang bandku, produserku, dan semua orang yang telah membantu kami membangun karir ini tahap demi tahap. Fans ku, orang-orang yang kupikir selalu bersama-sama disini bersama kami, lagu ini adalah tentang saat-saat kemenangan yang kami lalui selama dua tahun ini. Kami mengalami saat dimana kami cuma melompat-lompat dan menari, seperti tidak perduli bagaimana kami menari, dan berteriak hingga puncak paru-paru “Bagaimana ini bisa terjadi?”. Dan aku merasa sangat beruntung karena memiliki satu dari semua momen itu.
    ‘Long Live’ adalah tentang bagaimana akumencerminkan perasaan tersebut. Lagu ini bagiku adalah seperti melihat ke foto album tentang award show, seluruh stadium tempat showku, dan tangan-tangan yang diangkat keatas oleh para fans dalam keramaian itu. Ini semacam love song pertama yang kutulis untuk timku!"

    0 komentar:

    Posting Komentar

     

    Popular

    Twitter

    UNAIR Blogging Competition

    Web

    About

    Hey, my name is Brigas and I'm from Indonesia. I love about Taylor Swift, Kpop and everything that makes me happy ^^ "People haven't always been there for me but music always has" - Swift <3